Highlights
Mira Kohmala Bauw (A1B119059) ``Dampak pemberian metode snowballing education bagi Pasangan Usia Reproduksi (PUS) terhadap pengetahuannya tentang kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Karwisi Makassar Tahun 2020.''
Program Keluarga Berencana bertujuan untuk menurunkan angka fertilitas secara signifikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat kebijakan yang dikategorikan menjadi tiga fase (Share, Delay, dan Stop). Tujuan pedoman ini adalah untuk mencegah ibu dan anak melahirkan di usia muda.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dari analisis pengaruh pendidikan kontrasepsi IUD dengan metode snowball terhadap pengetahuan PUS di wilayah kerja Puskesmas Karwisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experiment dengan pendekatan one group pre-test-post-test dengan menggunakan sampel sebanyak 30 responden di wilayah kerja Puskesmas Karwisi yang berafiliasi dengan PUS. dulu. Sebelum intervensi, 46,7% responden berada pada kategori keterampilan cukup dan 10,0% responden setelah intervensi berada pada kategori keterampilan baik. Setelah dilakukan intervensi, 26,7% responden termasuk dalam kategori keterampilan cukup dan 60,0% responden termasuk dalam kategori keterampilan baik. Analisis hipotesis menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon dengan α = 0,05, p-value = 0,00, yang menunjukkan pengaruh signifikan pendidikan bola salju terhadap pencegahan IUD di PUS. Diharapkan Puskemas dan bidan desa terus berupaya meningkatkan pengetahuan PUSnya melalui metode interaktif seperti snowballing dan metode lainnya sehingga pengetahuan PUS tentang kontrasepsi IUD menjadi lebih optimal. akan dijemput.Pengetahuan tentang EFA, kontrasepsi IUD, metode snowball
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi serta ketimpangan distribusi penduduk dan struktur umur masih menjadi masalah utama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah penduduk yang besar tanpa sumber daya manusia yang berkualitas mempersulit upaya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi laju pertumbuhan penduduk, maka semakin besar pula upaya yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat kemakmuran penduduk (Handayani, 2010).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan kontrasepsi meningkat di banyak bagian dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin. Secara global, penggunaan kontrasepsi modern tidak meningkat secara signifikan dari 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun 2014. Secara regional, proporsi pasangan usia subur antara 25 dan 49 tahun yang melaporkan menggunakan metode kontrasepsi modern telah meningkat setidaknya selama enam tahun terakhir. Diperkirakan 225 juta wanita di negara berkembang ingin memperlambat atau menghentikan kesuburan mereka tetapi tidak menggunakan kontrasepsi karena:
Terbatasnya pilihan metode kontrasepsi dan pengalaman efek samping. Kebutuhan alat kontrasepsi yang tidak terpenuhi masih terlalu tinggi. (WHO, 2014).
Indonesia adalah negara berkembang. Permasalahan Indonesia adalah pertumbuhan penduduknya yang relatif tinggi yaitu 252.124.458 jiwa dengan luas wilayah 1.913.378,68 km2, dengan kepadatan penduduk 131,76 jiwa/km2 (Kemenkes RI, 2014).
Program pemerintah untuk memperlambat pertumbuhan penduduk dapat dilaksanakan melalui kampanye keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi secara sukarela untuk PUS.
Terdapat beberapa metode kontrasepsi modern yang tersedia antara lain kontrasepsi oral, suntik, implan, intrauterine device (IUD), dan sterilisasi (Hartanto, 2010). IUD, juga dikenal sebagai alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), merupakan pilihan kontrasepsi terbaik bagi sebagian besar wanita dibandingkan dengan metode lain (Proverawati, et al, 2010).
Data Rekapitulasi Pengguna KB di Puskesmas Karwisi tahun 2018 sebanyak 3.961.
2.761 peserta KB, termasuk sejumlah besar wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi:
IUD 28 (1,0%), kondom 22 (0,8%), suntik 1.317 (47,7%), pil 1.276 (46,2%), MOW 2 (0,1%), implan 116 (4,2%).
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya penggunaan alat kontrasepsi. Faktor tersebut meliputi faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, dan faktor lain yang ada pada diri individu), faktor pendukung terutama ketersediaan fasilitas kesehatan, dan faktor penguat seperti dukungan keluarga. Pengetahuan di atas merupakan pengetahuan ibu tentang penggunaan alat kontrasepsi khususnya untuk membantu mencegah kehamilan. Pengetahuan ini diharapkan dapat mengembangkan sikap berupa kesadaran dan niat untuk menggunakan alat kontrasepsi yang aman dan berkualitas. ditemukan bahwa lebih dari 50% masyarakat. Jadi jika pengetahuan itu baik maka program KB akan berhasil.
Metode Snowball merupakan metode pembelajaran yang lebih tanggap dalam menerima pesan dan lebih efektif menyampaikan pesan tentang program KB kepada pasangan usia subur. Metode ini jarang digunakan di masyarakat, terutama saat membekali PUS-nya dengan metode pengajaran lempar bola salju. Profesional medis promosi kesehatan tidak tahu cara mengajar melempar bola salju. Sebagian besar menggunakan metode ceramah, pemutaran film dan pembagian leaflet (Mohib Asrori, 2010).
Metode snowball throwing keseluruhan dapat diartikan sebagai melempar bola salju. Dalam pembelajaran, bola salju adalah selembar kertas yang berisi pertanyaan yang diajukan oleh seorang responden dan dilempar untuk dijawab oleh responden lain. Melempar bola salju sebenarnya merupakan model pembelajaran aktif yang melibatkan banyak responden. Peran pemberi materi disini hanya memberikan petunjuk awal tentang topik kajian kemudian mengontrol proses pembelajaran (Mohib Asrori, 2010). Temuan awal dari Puskesmas Karwisi Makassar menemukan 3.961 pasangan usia subur. (80,59%) menjadi penerima KB, namun hanya (1,0%) yang menggunakan IUD. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mempelajari pengaruh pemberian edukasi snowballing terhadap pengetahuan kontrasepsi IUD pada pasangan usia subur di Puskesmas Karwis Makassar
This Medical Science have been solved by our PhD Experts at My Uni Paper. Our Assignment Writing Experts are efficient in providing a fresh solution to this question. We are serving more than 10000+ Students in Australia, the UK, and the US by helping them to score HD in their academics. Our Experts are well-trained to follow all marking rubrics and referencing styles.
Be it a used or new solution, the quality of the work submitted by our assignment experts remains unhampered. You may continue to expect the same or even better quality with the used and new assignment solution files respectively. There’s one thing to be noticed you could choose one between the two and acquire an HD either way. You could choose a new assignment solution file to get yourself an exclusive, plagiarism (with free Turnitin file), expert quality assignment or order an old solution file that was considered worthy of the highest distinction.
© Copyright 2026 My Uni Papers – Student Hustle Made Hassle Free. All rights reserved.